Siapa yang Menganggap Perempuan itu Lemah?

http://www.withhenny.com/2010/04/perempuan/

Pada kesempatan ini, saya tidak bermaksud menyudutkan siapa pun, melainkan untuk merefleksikan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan masalah gender; Untuk mengungkap fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang seharusnya kita sadari.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa sebagian besar masyarakat menganggap perempuan itu adalah “mahluk yang lemah”. Entah apa yang mendasari anggapan tersebut, namun hal ini seakan menjadi sesuatu yang mutlak terjadi, meskipun pada kenyataannya tidak sedikit juga perempuan yang lebih ‘kuat’ dibanding laki-laki. Pertanyaan pertama pada refleksi kali ini adalah ‘apa yang dimaksud dengan lemah ketika kata ini dilekatkan pada perempuan?’
Arti lemah sebenarnya beragam, tergantung konteks di mana diucapkan atau dimana anggapan itu muncul. Dalam percakapan sehari-hari, biasanya kata ‘lemah’ muncul ketika menyebut sesuatu yang berarti ‘kurang’, misalnya ‘kurang kuat’. Jika demikian, apakah ketika menyebut “perempuan itu mahluk lemah” berarti bahwa perempuan memiliki kekurangan dibanding yang lainnya, yakni pria? Menurut saya, maksud ‘perempuan lemah’ tak lain untuk mempertegas bahwa perempuan itu pada dasarnya lemah dibanding dengan pria.
http://www.langitperempuan.com

Bukan hanya laki-laki (pria) yang menganggap bahwa perempuan itu mahluk lemah, melainkan sebagian besar perempuan juga ‘mengakui’ akan hal itu. Pada kasus tertentu sebagai contoh, ketika dalam perjalanan menggunakan mobil yang ditumpangi oleh 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan, di tengah perjalanan tiba-tiba mobil tersebut mogok dan harus didorong. Siapa yang seharusnya turun mendorong mobil? Tidak lain dan tak bukan adalah laki-laki. Mengapa harus laki-laki? Karena laki-laki merasa ‘bertanggung jawab’ dan malu jika tidak mampu mendorong mobil. Mengapa perempuan tidak merasa malu? Karena semua orang yang ada di sana, laki-laki maupun perempuan itu sendiri menganggap dirinya lemah. Dalam konteks ini, kata lemah berarti kemampuan fisik yang kurang dibanding laki-laki.

Jika perempuan ikut mengakui kelemahannya, apakah ini salah?

ets.... jangan lupa komentar ya...!!! makasih banyak gan dah mampir di jackdum.wordpress.com

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s