Kenali Tomcat Lebih Dekat

Serangga ini populasinya menanjak di awal tahun 2012. Mereka beterbangan dan bergerak menuju sumber cahaya (pemukiman penduduk). Mereka sempat dijadikan permainan adu balap oleh bocah-bocah di Kenjeran, Jawa Timur.

Sebelum Indonesia, kejadian serupa juga pernah dilaporkan di Okinawa, Jepang (1966); Iran (2001); Sri Lanka (2002); India Selatan (2007), Irak (2008), dan Pematang Pauh, Malaysia (2010).

Mengapa serangga ini tiba-tiba menjadi banyak? Hal ini terjadi akibat perubahan iklim yang mendukung. Dengan curah hujan yang tinggi serta kelembapan relatif, plus tingginya aplikasi pestisida untuk pertanian, populasinya menjadi berkembang melebihi batas (outbreak). Ledakan populasi tomcat biasanya terjadi di akhir musim hujan dan akan menurun saat musim kemarau.

Nama asli tomcat ini adalah paederus. Bentuknya yang menyerupai pesawat tempur F-14 Tomcat membuatnya disebut dengan nama tomcat. Di luar negeri, “Tomcat” merupakan merek produk pestisida, pengontrol populasi hewan pengerat, dan lem semut.

APAKAH TOMCAT ITU?

Paederus, atau yang lebih dikenal dengan tomcat adalah sejenis serangga dari ordo Coleoptera (coleo= selubung, ptera=sayap) yang dapat menimbulkan penyakit Paederus dermatitis pada kulit manusia. Dalam bahasa Inggris disebut rove beetle (kumbang penjelajah).

Warna kepalanya hitam, dada dan perut oranye, serta memiliki panjang tubuh sekitar 7–10mm. Sayapnya berwarna kebiruan dan tidak menutupi seluruh tubuhnya. Karena memiliki sayap yang tak biasa itulah, ia terbang pula dengan cara yang tidak biasa, yaitu vertikal, dengan tubuh tegak dan kepala menghadap ke atas.

Walaupun secara kekerabatan ia lebih dekat ke kumbang tanduk, tapi bentuknya lebih mirip semut. Karena itu orang menyebutnya juga semut semai, semut kanai, atau semut kayap. Pada malam hari ia aktif terbang dan tertarik pada cahaya lampu.

ADA DI TEMPAT SEPERTI APA?

Serangga ini bertelur dan larvanya berkembang di dalam tanah lembap, umumnya tanah persawahan. Waktu perkembangbiakannya terjadi saat musim hujan atau curah hujan tinggi. Fase larva dan pupanya terjadi selama ± 18 hari di dalam tanah. Setelah menjadi dewasa ia keluar untuk mencari makan dan kawin. Seperti laron, ia masuk ke bangunan karena tertarik cahaya lampu dalam bangunan.

APA SAJA YANG DAPAT DITIMBULKANNYA?

Tomcat sebenarnya merupakan predator atau musuh alami yang memakan telur serangga lain pemakan tumbuhan, seperti wereng cokelat. Maka dari itu ia disebut sahabat petani. Ia tidak menggigit maupun menyengat manusia. Jika merasa terganggu atau terancam, ia akan menaikkan bagian abdomennya agar tampak seperti kalajengking sehingga menakuti musuhnya.

Saat menyerang, ia akan memproduksi toksin paederin. Tak hanya di kulit manusia saat berkontak langsung, tapi ia juga bisa mengeluarkan racun di baju, handuk, dan benda lainnya. Karena tomcat bersimbiosis dengan bakteri di dalam darahnya, maka cairan yang ia keluarkan mengandung racun yang dapat menyebabkan radang, gatal-gatal, dan melepuh (panas) pada kulit manusia. Bentuk peradangan mirip herpes, tapi bukan. Paederus dermatitis dapat muncul 24jam setelah kontak dengan kulit dan akan menimbulkan radang selama 7–8hari.

BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?

Agar tidak terkena cairan serangga ini, yang terutama adalah jangan coba mengganggu atau mengusirnya saat hinggap pada tangan atau bagian tubuh yang tidak tertutupi. Jangan memencetnya. Singkirkan dengan meniup atau menggunakan kertas untuk mengambilnya dengan hati-hati, sebisa mungkin tidak berkontak langsung dengan serangga ini.

Rapikan barang-barang atau tumpukan dan bersihkan tanaman liar di sekitar rumah, tutup pintu dan jendela ketika menjelang sore, serta pasang kawat kasa pada jendela dan lubang ventilasi untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah. Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Tidurlah dengan kelambu bila daerah Anda sedang banyak masalah ini. Jangan lupa untuk mencuci bersih  area atau barang-barang yang terkena kontak serangga ini.

Dinas pertanian Kota Surabaya membuat pestisida alami untuk membasminya. Pestisida alami itu terbuat dari campuran biji mahoni, laos, dan daun serai, yang kemudian dihaluskan dan dimasak dengan air. Hasilnya diperas setelah dingin untuk menyemprot serangga ini.

APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA TERKENA CAIRANNYA?

Jika sudah mengupayakan pencegahan namun masih terkena cairan toksin paederin ini, maka Anda dapat mencuci segera kulit yang terpapar dengan air sabun lalu mengompresnya dengan air es. Oleskan cairan lidah buaya ke kulit yang terpapar toksin untuk meringankan gejala. Bisa juga memberikan salep hydrocortisone 1%, salep betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 3x sehari, atau acyclovir 5%.

 

Sumber:

One thought on “Kenali Tomcat Lebih Dekat

  1. Pretty section of content. I just stumbled upon your
    blog and in accession capital to assert that I acquire actually
    enjoyged account your blog posts. Anyway I’ll be subscribing to yourr augment and even
    I achievement you access consistently rapidly.

ets.... jangan lupa komentar ya...!!! makasih banyak gan dah mampir di jackdum.wordpress.com

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s